CAMPURAN DAN METODE PEMISAHAN CAMPURAN
A. CAMPURAN
Campuran merupakan hasil perpaduan dua zat sekaligus yang membentuk sebuah larutan. Campuran merupakan materi yang terdiri dari dua zat atau lebih. Komponen penyusun campuran memiliki beberapa komposisi yang bisa dipisahkan. Ada dua jenis campuran, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.
1. Campuran Homogen
Campuran homogen merupakan campuran dua zat yang saling menyatu. Ada zat yang larut dan melarutkan. Contohnya air gula dan air garam. Gula dan garam adalah zat yang larut dalam campuran homogen, sedangkan pelarutnya adalah air.
Gula dan garam yang dicampur dengan air tidak berubah menjadi zat lain. Gula dan garam masih terasa asin maupun manis, meskipun sudah tidak berbentuk utuh lagi. Sementara itu, air juga tidak berubah menjadi zat lain.Zat-zat penyusun campuran homogen yang dalam contoh ini berupa air, gula dan garam tidak memiliki perbandingan tetap. Baik gula maupun garam bisa dibuat dengan ukuran yang bebas.
Perhatikan gambar berikut!
2. Campuran Heterogen
Campuran heterogen terdiri dari dua zat yang memiliki sifat berbeda dan dicampur menjadi satu. Contohnya tepung tapioka yang dilarutkan dalam air. Meskipun nampak larut, tetapi sebenarnya ada endapan tepung di dasar gelas yang menandakan keduanya tidak sepenuhnya menyatu.
Campuran heterogen tidak hanya berwujud larutan saja. Ada contoh lain, seperti debu yang mengandung butiran padat berupa pasir dan tanah yang tidak tercampur rata. Ada juga kabut yang terdiri dari butiran-butiran air yang tercampur ke dalam udara. Semakin banyak kadar airnya, makin tebal kabut yang nampak.
Campuran heterogen sendiri masih dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu suspensi dan koloid.
Suspensi: Campuran antara zat padat dengan cairan atau gas yang tidak larut. Misalnya, sirup obat batuk yang sebenarnya di dalamnya terdapat zat-zat yang tidak larut, melainkan hanya mengendap. Oleh karena itu, selalu muncul anjuran untuk mengocok terlebih dahulu sebelum diminum.
Koloid: Campuran antara dua zat atau lebih yang salah satu zat penyusunnya tersebar dalam zat penyusun yang lain. Misalnya, margarin atau mentega yang merupakan butiran air yang tersebar dalam minyak atau lemak dan susu yang merupakan campuran minyak yang tersebar dalam air.
B. METODE PEMISAHAN CAMPURAN
Pemisahan campuran adalah proses yang dilakukan untuk memisahkan zat penyusun campuran. Pemisahan campuran terbagi menjadi dua jenis, yakni pemisahan berdasarkan sifat fisika dan pemisahan berdasarkan sifat kimia.
B.1 Pemisahan Campuran Berdasarkan Sifat Fisika
1. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan adalah teknik pemisahan yang dilakukan dengan alat berpori atau penyaring. Filtrasi akan menghasilkan filtrat atau hasil filtrasi yang biasanya bening dan residu (ampas).
2. Evaporasi
Evaporasi merupakan pemisahan yang didasarkan pada perbedaan zat menguap. Metode ini diterapkan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya adalah padatan dan cairan, di mana padatan larut dalam cairan.
3. Distilasi
Informasi penting disajikan secara kronologis
Distilasi atau penyulingan dilakukan untuk memisahkan zat-zat penyusun dalam campuran yang berupa larutan. Teknik ini diterapkan berdasarkan perbedaan titik didih.
4. Kristalisasi
Kristalisasi adalah pemisahan zat padat dari larutannya sehingga mengkristal. Teknik ini harus diterapkan pada larutan yang kental. Jika tidak, larutan harus dipekatkan.
5. Sublimasi
Sublimasi atau penyubliman adalah teknik pemisahan sifat fisika dengan menguapkan zat padat tanpa fase cair terlebih dulu.
Pemisahan Campuran Berdasarkan Sifat Kimia
1. Kromotografi
Kromotografi merupakan teknik pemisahan yang didasarkan pada perbedaan kecepatan perambatan pada pelarut.
2. Ekstraksi
Ekstraksi atau penyaringan adalah teknik pemisahan berdasarkan perbedaan kelarutan zat dalam pelarut.









Komentar
Posting Komentar